THE EFFECT OF COMMUNICATIVE APPROACH BY USING POP-UP BOOK IN SPEAKING SKILL.PDF
5 PENDAPAT AHLI TENTANG COMMUNICATIVE APPROACH
David Nunan: Nunan, a prominent figure in language education, emphasizes the Communicative Approach as a learner-centered method that focuses on real communication and the development of functional language skills.
Hymes's Communicative Competence: Dell Hymes, while not directly associated with the Communicative Approach, contributed the concept of communicative competence, which underpins this approach. This involves not just knowing the grammar rules but also using language effectively in various social contexts.
Wilga Rivers: Rivers, a linguist and educator, has expressed support for the Communicative Approach, highlighting its effectiveness in promoting fluency and meaningful communication in language learning.
Michael Canale and Merrill Swain: These scholars expanded on Hymes's work, proposing the influential model of communicative competence. They identified grammatical competence, discourse competence, sociolinguistic competence, and strategic competence as key components essential for effective communication.
Jeremy Harmer: As an advocate for communicative language teaching, Harmer emphasizes the importance of interactive and student-centered activities in language classrooms. He believes that language learning should be purposeful and engaging, aligning with the principles of the Communicative Approach.
Sebelum masuk ke link download dibawah artikel ini berikut penjelasan THE EFFECT OF APPLYING SCIENTIFIC APPROACH BY USING COOPERATIVE LEARNING STRATEGY ON STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN SPEAKING.PDF.
Scientific approach adalah suatu metode berpikir dan bekerja yang sistematis dan terorganisir untuk mendekati dan memecahkan masalah ilmiah. Berikut adalah langkah-langkah scientific approach:
1. Pemilihan Masalah: Identifikasi masalah atau pertanyaan penelitian yang ingin dipecahkan.
2. Pengamatan: Amati fenomena atau objek yang terkait dengan masalah untuk mendapatkan pemahaman awal.
3. Hipotesis: Susun pernyataan yang bisa diuji untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hipotesis harus spesifik dan dapat diuji.
4. Pengumpulan Data: Lakukan eksperimen atau observasi untuk mengumpulkan data yang mendukung atau menolak hipotesis.
5. Analisis Data: Proses evaluasi data dengan menggunakan metode statistik atau teknik analisis lainnya.
6. Kesimpulan Awal: Ambil kesimpulan berdasarkan data yang terkumpul dan analisis yang dilakukan.
7. Perulangan Eksperimen: Ulangi eksperimen untuk memastikan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya.
8. Pembuatan Teori: Jika hasil eksperimen konsisten, buat teori yang menjelaskan fenomena tersebut.
9. Pengajuan Hasil: Sampaikan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah atau presentasi.
10. Evaluasi dan Replikasi: Lakukan evaluasi terhadap penelitian dan dorong penelitian berikutnya untuk mengulangi atau memverifikasi temuan.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pendekatan ilmiah membantu memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan metode yang terorganisir, kredibel, dan dapat diulang untuk mendukung perkembangan pengetahuan ilmiah
Cooperative Learning Strategy (CLS) adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan kolaborasi antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Langkah-langkah CLS sangat penting untuk memastikan efektivitasnya.
1. Pemilihan Kelompok
Langkah pertama adalah pemilihan kelompok secara hati-hati. Siswa perlu ditempatkan dalam kelompok yang heterogen agar saling melengkapi kemampuan dan keahlian masing-masing.
2. Penjelasan Tujuan Pembelajaran
Siswa perlu memahami dengan jelas tujuan pembelajaran yang akan dicapai melalui CLS. Ini membantu mengarahkan fokus kolaborasi mereka.
3. Pembagian Peran
Setelah kelompok terbentuk, penting untuk mendefinisikan peran masing-masing anggota. Hal ini memastikan bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama.
4. Penjelasan Aturan Kelompok
Membuat aturan kelompok yang jelas dan transparan membantu menjaga keteraturan dan kedisiplinan selama proses pembelajaran.
5. Pemberian Tugas Kolaboratif
Memberikan tugas yang memerlukan kerja sama antar anggota kelompok merupakan langkah penting untuk merangsang interaksi positif dan kolaboratif.
6. Pemantauan dan Bimbingan Guru
Guru perlu aktif memantau setiap kelompok, memberikan bimbingan jika diperlukan, dan memberikan umpan balik untuk meningkatkan kualitas kolaborasi.
7. Refleksi Bersama
Setelah menyelesaikan tugas, waktu refleksi bersama sangat penting. Siswa dapat berbagi pengalaman, kesulitan, dan pembelajaran yang didapat selama proses kolaboratif.
8. Evaluasi Kinerja Kelompok
Memberikan evaluasi terhadap kinerja kelompok membantu siswa untuk memahami kelebihan dan kekurangan kolaborasi mereka, serta memotivasi perbaikan di masa depan.
9. Penilaian Individu dan Kelompok
Terakhir, penilaian dapat dilakukan secara individu dan kelompok. Hal ini memberikan gambaran yang jelas tentang kontribusi setiap siswa dan kualitas kerja sama dalam kelompoknya
SILAHKAN KLIK TOMBOL DOWNLOAD DI BAWAH INI DAN DAPATKAN FILENYA!!